31/07/2026
"Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan" karya Ihsan Abdul Quddus bukan sekadar novel yang mengisahkan perjalanan hidup seorang perempuan, tetapi juga menghadirkan refleksi mendalam tentang kepemimpinan, ambisi, keluarga, serta pergulatan antara peran publik dan kehidupan personal.
Melalui kajian berjudul "Nilai-Nilai Kepemimpinan Perempuan dalam Perspektif Islam dan Relevansinya dengan Tokoh Novel Aku Lupa Bahwa Aku Perempuan", karya Rekanita Dewi Fatmawati, kita diajak melihat bahwa Islam memandang kepemimpinan bukan semata tentang jabatan, melainkan amanah yang dijalankan dengan keadilan, tanggung jawab, hikmah, musyawarah, dan kemaslahatan.
Tokoh utama dalam novel ini memperlihatkan bagaimana keberanian, kecerdasan, dan keteguhan dapat menjadi kekuatan seorang pemimpin. Di sisi lain, kisahnya juga mengingatkan bahwa kepemimpinan yang ideal membutuhkan keseimbangan antara pencapaian pribadi, tanggung jawab sosial, dan nilai-nilai spiritual.
Semoga kajian ini menjadi ruang untuk memperluas perspektif bahwa kepemimpinan perempuan dalam Islam tidak diukur dari jenis kelamin, tetapi dari integritas, kapasitas, dan kemampuannya menghadirkan manfaat bagi sesama.
✨Membaca bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga melatih kebijaksanaan dalam memaknai kehidupan.📚