31/08/2026
Bayangkan ketika api tiba-tiba membesar di tengah permukiman padat. Rumah-rumah berdempetan, jalan kampung sempit, sementara mobil pemadam tidak bisa begitu saja mendekati sumber api.
Dalam situasi seperti itu, setiap meter dan setiap detik sangat berarti. π₯
Karena itulah, Senin (31/8/2026), Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta melaksanakan uji komisioning hidran kering di Kampung Suryowijayan, Gedongkiwo, Mantrijeron.
Uji ini bukan sekadar memastikan air bisa mengalir. Lebih dari itu, memastikan bahwa ketika keadaan darurat datang, sarana yang sudah dipersiapkan benar-benar siap digunakan.
π§ Hidran kering memang tidak menyimpan air di dalam pipanya. Air tetap disuplai dari mobil pemadam, kemudian dialirkan melalui jaringan hidran yang sudah menjangkau lebih dekat ke permukiman.
Jadi, ketika mobil pemadam tak bisa masuk lebih jauh, jaringan hidran dapat membantu membawa air mendekati titik kebakaran. ππ¦
Namun, hidran bukanlah alasan untuk lengah.
Hidran yang terawat, akses yang tidak terhalang, dan warga yang tahu harus berbuat apa ketika kebakaran terjadi adalah bagian dari kesiapsiagaan bersama. π€
Sebab pemadam kebakaran bukan hanya soal petugas yang datang ketika api sudah menyala.
Kesiapsiagaan dimulai jauh sebelum api muncul.
Mari jaga hidran kampung.
Jangan tutupi aksesnya.
Jangan biarkan sarana keselamatan menjadi sekadar pajangan.
π₯ Api bisa datang kapan saja. Tapi kita bisa lebih siap menghadapinya.