Ucprukindonesia

Ucprukindonesia An Indonesian organisation that provides appropriately fitted wheelchairs, capacity building & advocates empowerment of people with disabilities

πŸ“£ *[Open Class InnovAItion X UCPRUK X Generasi Pintar]*Hi, InnovAItors! πŸ‘‹πŸΌ*Kamu kaum muda usia 18-35 tahun?*Plan Indones...
15/07/2026

πŸ“£ *[Open Class InnovAItion X UCPRUK X Generasi Pintar]*

Hi, InnovAItors! πŸ‘‹πŸΌ

*Kamu kaum muda usia 18-35 tahun?*
Plan Indonesia mengundang kamu yang ingin meningkatkan literasi kecerdasan buatan (AI) sekaligus mengasah kreativitas digital melalui *Open Class InnovAItion X UCPRUK X Generasi PINTAR: Pemanfaatan AI untuk Produktivitas Kerja*.

Yuk, segera daftarkan dirimu melalui link pendaftaran webinar InnovAItion berikut:
πŸ—“ Sabtu, 1 Agustus 2026
πŸ•˜ Pukul 09.00 – 12.00 WIB
πŸ“ **Lokasi diinfokan di grup peserta*
πŸ”— Link Pendaftaran: https://s.id/regist-jogja1aug

Apa aja yang kamu dapat?
βœ… Belajar AI bersama trainer dengan Gemini AI 100% gratis
βœ… Akses modul AI Generatif gratis kapanpun
βœ… Sertifikat yang disupport Google.org dan ADB
βœ… Subsidi Pengganti Biaya Transportasi*
_*Syarat & Ketentuan berlaku_

_Makin Produktif dengan bantuan AI, ayo daftar sekarang juga!_ ✨

Narahubung:
πŸ“² 085817648702 (Gresy)
πŸ“² 089681489449 (Meita)

07/07/2026
Bapak Setya Adi Purwanto dikenal luas sebagai salah satu tokoh Disabilitas senior. Pendiri Dria Manunggal Yogyakarta dan...
03/07/2026

Bapak Setya Adi Purwanto dikenal luas sebagai salah satu tokoh Disabilitas senior. Pendiri Dria Manunggal Yogyakarta dan Kopi Egalita ini merupakan Penyandang Disabilitas Netra telah aktif memotori Gerakan Disabilitas sejak era Orde Baru. Ada ada 3 alat bantu yang digunakan, untuk mendukung mobilitas terutama di daerah baru beliau menggunakan tongkat putih. Sementara untuk kebutuhan berkomunikasi menggunakan aplikasi pembaca layar pada ponsel dan laptop. Alat bantu ini banyak membantu, tongkat putih membantu mobilitas sedangkan aplikasi pembaca layar membantu beliau untuk membaca dan mendapatkan informasi dalam mendukung pekerjaan.

Tantangan menggunakan alat bantu:
β€’ Tantangan dalam hal mobilitas ada dua:
1. Jumlah Disabilitas Netra menggunakan tongkat putih sangat berkurang, karena sekarang ini jarang ada pelatihan orientasi untuk pengenalan lingkungan.
2. Etika penggunaan jalan masih menjadi tantangan tersendiri, penyalahgunaan trotoar untuk kepentingan lain seperti berjualan atau parkir.

β€’ Tantangan komunikasi, material dengan huruf braille masih dibutuhkan terutama untuk mereka yang belum memiliki akses internet yang baik. Saat ini material dengan huruf braille tertinggal baik dari cara penggunaannya (membaca dengan pembaca layar lebih cepat dibanding membaca braille) maupun ketersediaannya, bahan bacaan dengan huruf braille jumlahnya masih terbatas.

Harapannya di 2026 ini adalah bagaimana mengoptimalkan teknologi alat bantu misalnya aplikasi navigasi yang penting seperti google maps, perlu ditingkatkan penggunaan untuk skala kecil. Sehingga bagi Disabilitas Netra bisa berguna untuk digunakan sehari-hari, bisa untuk mendukung mobilitas dengan aplikasi navigasi dan kemudian ditambah penggunaan tongkat putih. Selain itu harapannya akses pemilikan dan pemanfaatan alat bantu bisa merata.

Ibu Damaijanti Teguh adalah Direktur UCP Roda Untuk Kemanusiaan. Salah satu fokus kerja  adalah layanan kursi roda yang ...
02/07/2026

Ibu Damaijanti Teguh adalah Direktur UCP Roda Untuk Kemanusiaan. Salah satu fokus kerja adalah layanan kursi roda yang berkesesuaian dengan kebutuhan penggunanya (adaptif) dan advokasi tentang dampak layanan kursi roda/alat bantu adaptif terhadap hidup penggunanya. Dalam pekerjaan dan kehidupannya, Ibu Damai menyaksikan langsung bagaimana kursi roda yang sesuai dengan kebutuhan penggunanya dapat membawa perubahan besar – memperbaiki postur dan kesehatan, membantu anak-anak belajar dan bermain, meningkatkan partisipasi dalam kehidupan sosial, serta membuka peluang untuk lebih mandiri, produktif, dan berprestasi. Alat bantu yang tepat bukan sekadar alat, tetapi pintu menuju kemandirian dan kunci untuk meningkatkan kualitas hidup dan membuka kesempatan yang lebih luas.

Terkait peningkatan akses terhadap alat bantu, Ibu Damai menyampaikan bahwa β€œMeski alat bantu yang berkesesuaian sering dianggap mahal, akses terhadap alat bantu yang tepat justru merupakan investasi yang memberikan dampak besar. Dengan alat bantu yang sesuai, kesehatan pengguna membaik, biaya kesehatan dapat berkurang, produktivitas meningkat, dan peluang pendidikan serta kemandirian ekonomi semakin terbuka. Pada akhirnya, hal ini mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, inklusif, dan berdaya.”

Dalam rangka peringatan 2026 , beliau berharap, β€œSemoga peringatan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan yang gaungnya perlahan terlupakan. Mari kita jadikan momentum ini sebagai pengingat untuk terus bergandengan tangan dan memperkuat komitmen dalam mewujudkan hak setiap orang atas alat bantu yang sesuai, sehingga lebih banyak individu dapat hidup sehat, mandiri, dan berpartisipasi bermakna dalam masyarakat”.

Bapak Winta Adhitia Guspara S.T., M.Sn  merupakan akademisi yang banyak berkegiatan Bersama Penyandang Disabilitas. Dose...
30/06/2026

Bapak Winta Adhitia Guspara S.T., M.Sn merupakan akademisi yang banyak berkegiatan Bersama Penyandang Disabilitas. Dosen Desain Produk di Universitas Krsiten Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta ini juga aktif melakukan kajian mengenai perancangan produk , diantaranya untuk mendukung aksesibilitas dan AT. Keterkaitannya dengan isu Disabilitas dimulai tahun 2019 saat mengadakan penelitian dengan tema : "micromobility meets disability". Di tahun selanjutnya, bersama beberapa rekan peneliti dan berkolaborasi dengan UCPRUK melakukan kajian sehingga berhasil membuat 1 model alat bantu mobilitas bertenaga baterai yang dapat dilepas pasang terhadap kursi roda. Alat bantu mobilitas ini dinamai MOKURA yang merupakan singkatan dari MO*bilitas *KU*rsi *R*od*A. Pengembangan MOKURA terus dilakukan hingga saat ini sudah menghasilkan 2 jenis varian. .

Terkait peningkatan akses terhadap alat bantu, dosen yang akrab dipanggil Pak Tata ini menyatakan bahwa ragam alat bantu ada banyak sekali variannya dan juga tergantung dari keragaman Penyandang Disabilitas. Khusus teruntuk alat bantu mobilitas, harapannya Penyandang Disabilitas yang mempunyai hambatan dengan mobilitas dapat terfasilitasi sehingga dapat memperluas radius mobilitas dan mendapatkan peluang untuk terlibat lebih aktif di masyarakat.

Dalam rangka peringatan 2026 ini, dia berharap banyak Desainer yang dapat berkolaborasi dengan rekan-rekan dengan disabilitas untuk dapat merancang serta membuat alat bantu dan bersama-sama mengubah peradaban dunia menjadi lebih inklusif.

Ibu Siti Rohmah memiliki 2 anak Disabilitas, Azka dan Naura, yang menggunakan kursi roda. Kursi roda diakuinya memudahka...
29/06/2026

Ibu Siti Rohmah memiliki 2 anak Disabilitas, Azka dan Naura, yang menggunakan kursi roda. Kursi roda diakuinya memudahkan anak-anaknya berkegiatan sehari-hari, seperti bersekolah dan bekerja sambil berkuliah. Walau harus dengan bantuan orang lain, karena kedua tangannya lemah, jadi tidak kuat mengayuh kursi rodanya sendiri dan harus ada yang membantu mendorongnya.

Tantangan yang dirasakan dalam mengakses alat bantu adalah harganya yang mahal dan tidak mampu membelinya, hal ini dikarenakan ada 2 anak yang membutuhkan alat bantu. Alhamdulillah ada bantuan kursi roda dari UCPRUK, dan mendapat arahan cara merawat dan menggunakan kursi rodanya. Dulu Ibu Siti Rohmah mengantarkan 2 anak bersekolah dengan mendorong kursi rodanya, 2 anak memakai 1 kursi roda. Sebagai ibu dengan anak Disabilitas, diakuinya masih banyak anggapan negative terkait kesulitannya mengantar anak-anak ke sekolah. Tapi demi melihat Azka dan Naura bersemangat untuk sekolah, dia akan selalu mengusahakan yang terbaik untuk mereka. Saat ini Azka dan Naura sudah memiliki kursi roda masing-masing dan Ibu Siti Rohmah juga memiliki sepeda motor yang dimodifikasi untuk mengantar mereka beraktivitas.

Harapannya di 2026 ini: semoga semua Penyandang Disabilitas mendapatkan alat bantu yang sesuai dengan kebutuhan mereka, agar mereka bisa beraktivitas mandiri dan memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, bekerja dan berpartisipasi dalam masyarakat

Ibu Sumaryanti merupakan Penyandang Disabilitas yang sehari-hari melakukan aktivitas di rumah untuk mengurus rumah tangg...
25/06/2026

Ibu Sumaryanti merupakan Penyandang Disabilitas yang sehari-hari melakukan aktivitas di rumah untuk mengurus rumah tangga. Kursi roda membantunya mandiri untuk melakukan aktifitas sehari-hari di rumah maupun di masyarakat. Sebagai Ibu rumah tangga, dia bisa mengerjakan semua pekerjaan rumah seperti memasak, menjemur baju, menyapu, dan menggendong anak. Saat ini Ibu Sumaryanti juga aktif sebagai fasilitator di kelompok disabilitas desa dan juga menjadi atlet tenis lapangan.

Tantangan yang dirasakan dalam menggunakan alat bantu adalah dalam hal perawatan jika terjadi kerusakan. Jika terjadi ban kempes atau laker pecah harus ekstra hati-hati dan harus secepatnya memperbaikinya, karena kursi roda memiliki fungsi penting sebagai pengganti kaki, sehingga harus dirawat dengan baik supaya awet. Namun, diakuinya, sebagai warga di Daerah Istimewa Yogyakarta, dia dimudahkan untuk mendapatkan alat bantu karena ada program Jaminan Kesehatan Khusus bagi Disabilitas (Jamkesus Disabilitas).

Harapannya di 2026 ini: Semoga di hari yang spesial ini dengan adanya alat bantu yang sesuai kebutuhan dan dijamin oleh negara, dapat membantu dan membuka jalan jutaan penyandang disabilitas untuk memudahkan mobilitas, beraktifitas sehari-hari untuk menunjang kehidupan Penyandang Disabilitas.

Stella Rosita Anggraini merupakan Penyandang Disabilitas little people yang saat ini sedang mengenyam pendidikan pada Ma...
24/06/2026

Stella Rosita Anggraini merupakan Penyandang Disabilitas little people yang saat ini sedang mengenyam pendidikan pada Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia . menggunakan alat bantu kursi roda dan skateboard. Kursi roda digunakan untuk berkuliah, sedangkan skateboard digunakan untuk mendukung kegiatan sehari-hari di kost seperti ke dapur atau ke kamar mandi .

Tantangan dalam menggunakan alat bantu dirasakan adalah mengayuh kursi roda manual. Sedangkan kursi roda elektrik yang saat ini dimiliki merupakan bantuan dari Kemensos yang ukurannya terlalu besar. Dengan kursi roda ini dia kesulitan untuk transfer ke kursi biasa atau ke tempat tidur sehingga harus dibantu orang lain.

Harapan pegiat Disabilitas asal Jombang yang juga seorang penulis di 2026 ini, Semoga banyak Penyandang Disabilitas mendapatkan alat bantu dari pemerintah yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka agar bisa digunakan secara maksimal untuk mendukung aktivitas sehari-hari

Bapak Sayono adalah seorang buruh tani yang tinggal di Kabupaten Klaten. Sehari-hari dia menggunakan alat bantu berupa k...
23/06/2026

Bapak Sayono adalah seorang buruh tani yang tinggal di Kabupaten Klaten. Sehari-hari dia menggunakan alat bantu berupa kaki palsu. Kaki palsu ini sangat bermanfaat dan mendukung kegiatan sehari-harinya. Dia bisa ikut kumpulan warga atau bergotong-royong di lingkungan rumah, setiap hari bisa ke sawah bersama istri, mencari rumput untuk pakan kambing. Kaki palsu juga mendukung pekerjaannya sebagai buruh bangunan. Dengan kaki palsu ini dia bisa menaiki sepeda ontel atau sepeda motor matic

Tantangan yang dirasakan dalam mengakses alat bantu adalah harganya yang mahal, sehingga dia tidak mampu membeli sendiri. Selama ini dia mendapatkan kaki palsu dari lembaga sosial. Oleh karena itu Pak Sayono rajin merawat alat bantunya sendiri supaya awet.

Harapannya di 2026 ini adalah adanya perhatian yang lebih baik dari pemerintah untuk Penyandang Disabilitas yang kurang mampu. Sehingga Penyandang Disabilitas bisa mendapatkan alat bantu dengan mudah, supaya bisa beraktivitas seperti yang lain

Ibu Dr. Dante Rigmalia, M.Pd Ketua  menggunakan alat bantu dengar di kedua telinga dan aplikasi transcribe pada ponsel d...
22/06/2026

Ibu Dr. Dante Rigmalia, M.Pd Ketua menggunakan alat bantu dengar di kedua telinga dan aplikasi transcribe pada ponsel dan tab. Alat tersebut membantu ibu berinteraksi dengan orang lain dan lingkungan. Kesalahan komunikasi dapat teratasi dengan penggunaan alat bantu
Namun, beliau mengakui bahwa harga alat bantu masih mahal. Selain itu, alat bantu dengar dan aplikasi transriber sangat bergantung pada sumber suara dan akustik (audio) ruangan. Tidak ada β€œhearing loop zone” pada fasilitas public dan ruangan-ruangan di Indonesia sehinggasuara tidak terdengar jelas meskipun sudah menggunakan alat bantu.

Harapannya di 2026 ini, segera ada kemudahan mendapatkan alat bantu yang disertai layanan pemeliharaan, serta kemudahan mendapatkan suku cadang jika ada kerusakan. Diharapkan harga alat bantu yang terjangkau dan cakupan BPJS yang lebih baik, atau bahkan alat bantu yang disediakan pemerintah tidak terbatas pada Penyandang Disabilitas miskin. Pemerintah perlu memberikan dukungan bagi semua Penyandang Disabilitas yang membutuhkan alat bantu karena ini merupakan hak mereka

Address

Jalan Kaliurang Km. 13, Besi, Sardonoharjo, Besi, Sukoharjo, Kec. Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta
Yogyakarta City
55581

Opening Hours

Monday 08:00 - 16:00
Tuesday 09:00 - 16:00
Wednesday 08:00 - 16:00
Thursday 08:00 - 16:00
Friday 09:00 - 16:00

Telephone

+628112571785

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ucprukindonesia posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Ucprukindonesia:

Shortcuts

Share

Category