Humas Pemda DIY

Humas Pemda DIY Sugeng rawuh. Selamat datang di kanal resmi Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan UU No 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, kata provinsi dihapus dalam penyebutan nama daerah. Sehingga, halaman Facebook ini yang dulunya bernama Humas Pemprov DIY, diganti menjadi Humas Pemda DIY.

Peningkatan fasilitas kesehatan jiwa harus berjalan beriringan dengan perubahan cara pandang masyarakat. Kemajuan pelaya...
01/09/2026

Peningkatan fasilitas kesehatan jiwa harus berjalan beriringan dengan perubahan cara pandang masyarakat. Kemajuan pelayanan tidak cukup hanya menghadirkan gedung dan peralatan modern, tetapi juga memastikan pasien dapat pulih dan kembali menjalankan kehidupannya secara bermartabat.

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan hal tersebut saat meresmikan tiga gedung baru Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Grhasia DIY di Pakem, Sleman, Selasa (01/09). Tiga gedung tersebut, yakni Gedung Psikiatri Terpadu Madukara, Gedung Rehabilitasi Medik Mandalawangi, dan Gedung Farmasi Arogya Ghati.

Sri Sultan mengatakan ketiga gedung tersebut bukan sekadar fasilitas yang berdiri sendiri. Ketiganya menjadi satu mata rantai pelayanan yang menghubungkan penanganan, pemulihan, hingga kesinambungan terapi pasien.

“Kemajuan pelayanan kesehatan tidak pernah dapat diukur hanya dari bertambahnya bangunan dan peralatan. Infrastruktur bermakna jika menghadirkan pelayanan yang lebih baik bagi manusia,” ujar Sri Sultan.

Menurut Sri Sultan, hal tersebut menjadi semakin penting dalam pelayanan kesehatan jiwa. Pasien yang datang mencari pertolongan acap kali sedang berada pada salah satu titik paling rentan dalam kehidupannya.

Karena itu, pelayanan kesehatan jiwa perlu terus bergerak dari sekadar mengobati penyakit menuju upaya memulihkan manusia secara utuh. Keberhasilan pelayanan tidak berhenti ketika gejala pasien dapat dikendalikan, tetapi ketika pasien mampu kembali membangun relasi, menjalankan fungsi sosial, berkarya, dan menatap masa depan dengan percaya diri.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____



01/09/2026

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dalam sambutan Puncak Memetri Kaistimewan 14 Tahun UUK DIY di Balai Budaya Tamanmartani, Kalurahan Tamanmartani, Sleman, Senin (31/8) menegaskan bahwa perubahan tidak mungkin dihindari. Yang perlu dijaga adalah nilai yang menjadi pijakan. Identitas budaya dapat terkikis perlahan ketika nilai-nilai yang mendasarinya tidak lagi dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Karena itu, Keistimewaan tidak cukup dimaknai sebagai upaya mempertahankan masa lalu. Nilai-nilainya harus tetap hidup, tumbuh, dan menemukan bentuk yang relevan dengan zaman.

“Alih-alih menerjemahkan Keistimewaan sebagai pelestarian masa lalu, yang jauh lebih penting adalah memastikan bahwa nilai-nilai yang kita anggap penting tetap dapat hidup, tumbuh, dan menemukan bentuknya dalam konteks zaman yang terus berubah,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti saat membacakan sambutan Gubernur DIY.

Persoalan ruang juga menjadi tantangan. Luas wilayah DIY terbatas, sementara kebutuhan permukiman, investasi, pariwisata, pendidikan, dan infrastruktur terus berkembang. Pembangunan tetap diperlukan, tetapi harus tetap memberi ruang bagi lingkungan, kehidupan masyarakat yang layak, karakter kawasan, dan generasi mendatang.

“Dalam konteks ini, Keistimewaan semestinya memberi kita kemampuan untuk menemukan keseimbangan tersebut,” tuturnya.

Sri Sultan juga mengingatkan agar Keistimewaan tidak dipahami sebatas urusan birokrasi. Pemerintah memang memiliki peran untuk menjaga dan menjalankannya, tetapi keberlanjutan Keistimewaan membutuhkan kesadaran masyarakat.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____



01/09/2026

Dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Tahun 2026 Batch II Regional Jawa dan Bali yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Bali, Jumat (28/8) malam, penghargaan Terbaik Pertama Tingkat Provinsi Kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan diserahkan langsung Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) RI, Bima Arya Sugiarto kepada Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X.

Sri Paduka menyampaikan, penghargaan tersebut merupakan pengakuan atas komitmen dan kerja bersama dalam memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap layanan pendidikan.

“Capaian ini merupakan apresiasi atas komitmen dan kerja bersama Pemerintah Daerah, pemerintah kabupaten/kota, satuan pendidikan, serta masyarakat dalam meningkatkan akses penduduk terhadap layanan pendidikan,” tutur Sri Paduka.

Bagi Pemda DIY, capaian sebagai Terbaik Pertama Tingkat Provinsi Kategori Akses Penduduk terhadap Layanan Pendidikan menjadi dorongan untuk terus memperkuat pemerataan layanan pendidikan.

Penghargaan tersebut diharapkan semakin membuka kesempatan bagi masyarakat di seluruh wilayah DIY untuk memperoleh pendidikan yang layak dan berkualitas tanpa terkendala keterbatasan akses.

_____



Sebanyak 34 perangkat OPD di lingkungan Pemda DIY dan dua balai pendidikan di kabupaten/kota beradu harmoni sekaligus me...
01/09/2026

Sebanyak 34 perangkat OPD di lingkungan Pemda DIY dan dua balai pendidikan di kabupaten/kota beradu harmoni sekaligus mempererat kebersamaan dalam Lomba Paduan Suara Antarperangkat Daerah Pemda DIY Tahun 2026 yang digelar Dewan Pembina Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) DIY pada Senin (31/08), di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta. Sekretaris Daerah DIY sekaligus Ketua Dewan Pengurus KORPRI DIY, Ni Made Dwipanti Indrayanti berharap, melalui ajang ini, keluarga besar KORPRI DIY akan menjadi semakin guyub, semakin rukun, dan semakin solid. 

Menurut Ni Made, membangun KORPRI yang semakin guyub, rukun, dan solid penting untuk mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan. Ia meyakini, hubungan antarsesama yang semakin erat dan suasana kerja yang semakin guyub akan menumbuhkan etos kerja yang semakin baik p**a. Kondisi tersebut juga akan memudahkan koordinasi, membuka komunikasi yang lebih baik, memperkuat kolaborasi, serta membantu menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan secara lebih efektif.

Lebih lanjut, Ni Made mengibaratkan paduan suara sebagai gambaran kehidupan organisasi. Di mana sebuah paduan suara yang indah lahir dari harmoni, ketika setiap orang mampu mendengar satu sama lain, memahami perannya, menjaga tempo, serta bergerak dalam irama dan tujuan yang sama.

“Demikian p**a dalam KORPRI dan dalam pelaksanaan tugas kita sebagai aparatur pemerintah. Setiap individu memiliki tugas, fungsi, dan tanggung jawab yang berbeda. Namun, seluruhnya harus mampu bersinergi dan menyelaraskan langkah untuk mewujudkan tujuan bersama, yaitu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mendukung terwujudnya tata kelola pemerintahan yang semakin baik,” jelas Ni Made.

Karena itu, Ni Made berharap perlombaan ini tidak hanya dimaknai sebagai ajang untuk menentukan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan sportivitas, mempererat keakraban, dan memperkuat rasa persaudaraan di antara anggota KORPRI, khususnya di lingkungan Pemda DIY.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____


Memperingati 14 tahun Keistimewaan DIY, sejumlah komunitas di DIY merayakannya dengan menggelar beragam seni pertunjukan...
01/09/2026

Memperingati 14 tahun Keistimewaan DIY, sejumlah komunitas di DIY merayakannya dengan menggelar beragam seni pertunjukan. Salah satunya yang diselenggarakan Sekber Keistimewaan di Kawasan Malioboro pada Minggu (30/08) kemarin.

Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra mengatakan, acara yang mengangkat tema 'Memetri Jogja Merawat Nusantara' ini dikemas dalam beragam seni, dengan panggung utamanya di depan toko Hamzah Batik Malioboro. Kegiatan ini dilaksanakan atas l hasil kolaborasi bersama Sekber Keistimewaan DIY, Paguyuban Lurah dan Pamong DIY Nayantaka, Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Daerah DIY, serta komunitas Malioboro.

"Esensi acara ini adalah pertama, merawat ingatan kolektif bahwa sejarah asal-usul Yogyakarta sebagai kerajaan adalah pondasi utama status keistimewaan DIY. Selain itu, kami ingin menegaskan kembali, status Keistimewaan bukanlah hadiah, melainkan hasil sintesis panjang buah pergulatan sejarah, komitmen kebangsaan, serta pengakuan hukum atas tatanan Kasultanan yang mengakar jauh sebelum RI," paparnya.

Widihasto pun menuturkan, kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi jejaring lintas komponen masyarakat sebagai modal utama menjaga, merawat, memelihara, nilai serta spirit ke-Yogyakarta-an untuk memperkokoh NKRI. Dan sebagai bentuk kepedulian dan kemanusiaan, lewat momen ini digelar p**a penggalangan donasi kepedulian untuk korban bencana alam di NTT, serta doa lintas agama.

Acara dibuka dengan penampilan Sanggar Biola Quinta. Sebanyak 50 pemain biola membawakan lagu-lagu nasional dan daerah. Disusul fragmen drama Spiritual Art yang menggambarkan perjuangan saat proses menuju pengesyahan UUK DIY. Rangkaian berikut diisi tari Pujiastuti dari Tamanmartani Kalasan Sleman, dilanjut tari Angguk Nganglang dari Sanggar Lestari Budaya Imogiri Bantul.

Penampilan Paduan Suara Mahasiswa Universitas Sanata Dharma turut memukau penonton. Rangkaian pertunjukan seni ini tidak hanya menghadirkan kesenian dari DIY, tetapi juga mempertemukan berbagai ekspresi budaya dari sejumlah daerah.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____


31/08/2026

Lomba Paduan Suara Antarperangkat Daerah Pemda DIY Tahun 2026 ini digelar Dewan Pembina Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) DIY pada Senin (31/08), di Concert Hall, Taman Budaya Yogyakarta.

Ketua Bidang Kerohanian, Olahraga, Seni, dan Budaya Dewan Pembina KORPRI DIY sekaligus Kepala Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) DIY, Dian Lakshmi Pratiwi mengatakan, tema “Berlagu, Bersatu, Berpadu” menjadi gambaran semangat yang ingin dibangun melalui kegiatan tersebut. Berlagu dimaknai sebagai upaya kolektif untuk menciptakan keindahan sesuai dengan semangat Hamemayu Hayuning Bawana.

Sementara, bersatu dan berpadu merupakan niat untuk menyatukan hati dan tenaga dalam melayani masyarakat dengan harmoni dan sinergi. Menurut Dian, semangat tersebut relevan dengan momentum peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Undang-Undang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dian juga menjelaskan alasan pemilihan Concert Hall Taman Budaya Yogyakarta sebagai lokasi perlombaan. Baginya, para ASN di lingkungan Pemda DIY perlu mendapatkan pengalaman tampil sebagai “bintang panggung”, tidak hanya di ruang-ruang pemerintahan, seperti pendopo atau aula kantor. Pengalaman tersebut diharapkan dapat membangun kepercayaan diri anggota KORPRI DIY bahwa mereka merupakan pribadi-pribadi berkualitas yang mampu tampil di berbagai panggung, baik tingkat regional, nasional, maupun internasional.

Dalam perlombaan, setiap kontingen pun membawakan dua lagu, yakni Mars KORPRI sebagai lagu wajib dan satu lagu daerah Indonesia. Mars KORPRI menjadi pengingat bagi anggota KORPRI untuk senantiasa memberikan tenaga dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara lagu daerah diharapkan menjadi ruang untuk menumbuhkan kecintaan terhadap keberagaman Indonesia.

Dari 36 kelompok peserta, akan ditetapkan juara satu hingga lima serta juara harapan satu hingga lima. Pengumuman pemenang dijadwalkan pada puncak peringatan Hari Keistimewaan DIY, pada 12 September 2026 mendatang.

Siapa nih Sedulur ASN Pemda DIY yang mengikuti lomba paduan suara ini? 👋😃

_____



Penerapan Regol Ayom di sejumlah sirip menuju kawasan Malioboro masih dalam tahap uji coba untuk mendukung penerapan ful...
31/08/2026

Penerapan Regol Ayom di sejumlah sirip menuju kawasan Malioboro masih dalam tahap uji coba untuk mendukung penerapan full pedestrian. Dalam proses tersebut, ditemukan sejumlah persoalan teknis di lapangan, termasuk akses bagi pejalan kaki penyandang disabilitas yang membutuhkan ruang lebih luas.

Pemda DIY memastikan hasil uji coba menjadi bahan evaluasi dan penyempurnaan. Fungsi Regol Ayom sebagai pengendali kendaraan bermotor tetap dijalankan dengan memastikan akses pejalan kaki, termasuk pengguna kursi roda, tidak terganggu.

Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan, Regol Ayom sejak awal disiapkan untuk mengendalikan mobilitas kendaraan bermotor yang masuk ke sirip-sirip kawasan Malioboro, bukan membatasi pejalan kaki. Karena itu, kesulitan yang dialami pengguna alat bantu mobilitas menjadi catatan yang perlu diperbaiki.

“Regol Ayom itu dipasang untuk membatasi mobilitas kendaraan bermotor, bukan pedestriannya, bukan pejalan kakinya,” kata Ni Made, Senin (31/8).

Menurut Ni Made, evaluasi mencakup desain, pemasangan, dan pola pemberlakuan Regol Ayom di lapangan. Setiap sirip memiliki karakter berbeda sehingga penerapan pembatas perlu disesuaikan dengan kondisi akses dan kebutuhan masyarakat.

“Kalau kemudian terjadi di lapangan ada difabel atau pedestrian yang kesulitan menggunakan jalur itu, ini yang akan menjadi bagian tugas yang kemudian mengatur itu. Ini menjadi evaluasi juga,” ujarnya.

Ni Made mengatakan, kebutuhan ruang bagi pengguna alat bantu mobilitas perlu diperhitungkan dalam penataan akses. Ruang yang cukup bagi pejalan kaki belum tentu memadai bagi pengguna kursi roda maupun alat bantu mobilitas lainnya.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____


Ringgi Gedhog Hadir Ramaikan Perayaan 14 Tahun UU Keistimewaan DIY 🤩Sedulur, dalam rangka Mangayubagya 14 Tahun Undang-U...
31/08/2026

Ringgi Gedhog Hadir Ramaikan Perayaan 14 Tahun UU Keistimewaan DIY 🤩

Sedulur, dalam rangka Mangayubagya 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY, akan digelar Pagelaran Ringgit Gedhog dengan Lampahan Panji Angreni.

Pagelaran yang didalangi Ki Fani Rickyansyah ini akan digelar malam ini, Senin (31/8), pukul 20.00 WIB di Kagungan Dalem Sewandanan Paku Alaman.

Mari merapat, Sedulur! Kita rayakan keistimewaan melalui seni dan budaya. 💙

_____




14 Tahun UU Keistimewaan DIY, Merawat Jati Diri, Menatap Masa DepanSedulur, 14 tahun sudah Undang-Undang Nomor 13 Tahun ...
31/08/2026

14 Tahun UU Keistimewaan DIY, Merawat Jati Diri, Menatap Masa Depan

Sedulur, 14 tahun sudah Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi bagian dari perjalanan Jogja dalam menjaga jati diri sekaligus menghadapi perubahan zaman.

Peringatan ini menjadi momentum untuk kembali mengingat bahwa keistimewaan bukan sekadar status belaka, tetapi bagian dari jati diri, sejarah, serta cara Yogyakarta untuk terus dapat bertumbuh dan melangkah semakin mantap ke depan.

Undang-undang yang lahir pada 31 Agustus 2012 lalu ini menjadi dasar hukum bagi penyelenggaraan keistimewaan DIY, yang mencakup lima kewenangan khusus, yakni tata cara pengisian jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur, kelembagaan, kebudayaan, pertanahan, serta tata ruang.

Lebih dari sekadar aturan, UU Keistimewaan pun menjadi pengakuan negara atas sejarah dan perjalanan panjang Yogyakarta sebagai daerah yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan tata kehidupan yang khas.

Di peringatan ke-14 tahun ini, semoga keistimewaan yang hadir dapat terus memberi manfaat nyata bagi masyarakat, serta senantiasa mampu merawat budaya, menjaga ruang hidup, memperkuat kesejahteraan, serta terus berinovasi tanpa kehilangan jati dirinya. 🤗

Selamat Memperingati 14 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY! ✨

_____




30/08/2026

Batik Parang Khas Yogyakarta Jadi Identitas Lokal di Jersei PSIM Yogyakarta Bersama Adidas 🤩💙

Sedulur, PSIM Yogyakarta resmi mempersembahkan sekaligus mengenalkan jersei resmi untuk musim 2026/2027 pada Sabtu (29/8) malam, di Stadion Sultan Agung, Kabupaten Bantul, yang kali ini hadir melalui kolaborasi bersama Adidas.

Pun, dalam pakaian yang akan dikenakan Laskar Mataram saat bertanding tersebut, terlihat salah satu motif batik khas Yogyakarta, yakni Batik Parang. Kehadiran motif tersebut semakin menegaskan identitas dan kebanggaan PSIM yang membawa nama Yogyakarta ke kancah sepak bola nasional.

Jersei kolaborasi PSIM dan Adidas ini direncanakan digunakan sepanjang musim 2026/2027, dengan kemungkinan perpanjangan durasi kerja sama, melihat perkembangan kolaborasi ke depannya.

Masmin ucapkan selamat untuk Sedulur PSIM beserta seluruh rekan suporter. Adidas sudah di depan mata, waktunya kita meriahkan kembali sepak bola Yogyakarta, dengan semangat, kebanggaan, dan rasa memiliki yang sama. 💙

Selamat merayakan, Sedulur!
AYDK 💙

_____



Address

Kompleks Kepatihan, Danurejan
Yogyakarta City
55213

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Humas Pemda DIY posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Humas Pemda DIY:

Shortcuts

Share