Humas Pemda DIY

Humas Pemda DIY Sugeng rawuh. Selamat datang di kanal resmi Pemda Daerah Istimewa Yogyakarta.

Berdasarkan UU No 13 tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, kata provinsi dihapus dalam penyebutan nama daerah. Sehingga, halaman Facebook ini yang dulunya bernama Humas Pemprov DIY, diganti menjadi Humas Pemda DIY.

Komitmen panjang dalam memperjuangkan kepentingan publik kembali mengantarkan Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GK...
07/05/2026

Komitmen panjang dalam memperjuangkan kepentingan publik kembali mengantarkan Wakil Ketua DPD RI, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas, meraih penghargaan Outstanding Leader in Public Advocacy and Representation dalam ajang Indonesia Leading Women Awards 2026. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprah konsisten GKR Hemas dalam mengawal aspirasi masyarakat, khususnya terkait perempuan, daerah, dan kebudayaan.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Pendiri dan Ketua Yayasan CT Arsa Foundation, Anita Ratnasari Tanjung, dalam acara bertema “Empowered Women, Empowering the Nation” di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (5/5) malam. Momen ini turut dihadiri Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, yang mendampingi GKR Hemas.

Usai menerima penghargaan, GKR Hemas mengucapkan terima kasih atas penghargaan tersebut. Ia menilai kemajuan perempuan Indonesia saat ini telah melampaui sekadar capaian domestik. Menurutnya, kiprah perempuan Indonesia kini telah menjadi cerminan bagi dunia, terutama dalam hal akses pendidikan dan kesempatan berkarya yang semakin terbuka.

“Dari perjuangan Ibu Kartini, kita kini lebih maju dalam pendidikan dan ruang berkarya. Perempuan Indonesia tidak hanya menjadi tolok ukur di dalam negeri, tetapi juga bagi dunia. Mereka kian tangguh dan berdaya, termasuk di pemerintahan dan legislatif,” ungkap GKR Hemas.

Sebagai senator yang dikenal teguh dan berprinsip, GKR Hemas selama ini konsisten mengadvokasi penguatan peran daerah, pemberdayaan perempuan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dalam kerangka demokrasi modern. Perempuan bernama asli Tatiek Dradjad Suprihastuti ini juga aktif memperjuangkan kebijakan di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, hingga kebudayaan.

Lebih lanjut, istri Gubernur DIY ini menilai perempuan Indonesia kini tidak lagi sekadar hadir sebagai simbol, melainkan telah menjadi motor penggerak dalam berbagai isu strategis, terutama yang menyangkut perempuan dan anak. Namun demikian, ruang dan kesempatan bagi perempuan masih perlu terus diperluas agar lebih setara.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____



Selamat kepada Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas atas penghargaan Outstanding Leader in Public Advocacy and Representation ...
07/05/2026

Selamat kepada Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas atas penghargaan Outstanding Leader in Public Advocacy and Representation yang diraih dalam ajang Indonesia Leading Women Awards 2026.

Penghargaan ini menjadi pengakuan atas kiprah konsisten GKR Hemas dalam mengawal aspirasi masyarakat, khususnya terkait perempuan, daerah, dan kebudayaan.

Sebagai senator yang dikenal teguh dan berprinsip, GKR Hemas selama ini konsisten mengadvokasi penguatan peran daerah, pemberdayaan perempuan, serta pelestarian nilai-nilai budaya dalam kerangka demokrasi modern. Perempuan bernama asli Tatiek Dradjad Suprihastuti ini juga aktif memperjuangkan kebijakan di bidang kesehatan, pendidikan, sosial, hingga kebudayaan.

Menurutnya, public advocacy harus berpijak pada nilai-nilai lokal dan keberpihakan pada masyarakat akar rumput. “Saya percaya advokasi sejati lahir dari mendengarkan langsung keluhan warga, bukan dari ruang-ruang rapat tertutup. Karena itu, saya akan terus mendorong agar suara daerah tidak tenggelam dalam arus kebijakan yang sentralistis,” tegas GKR Hemas.

Ajang ini diikuti lebih dari 30 perempuan inspiratif dari berbagai sektor, mulai dari publik, bisnis, BUMN, hingga seni, budaya, dan sains. Melalui penghargaan ini, diharapkan semakin banyak perempuan Indonesia yang terdorong untuk terus berkontribusi, memperluas dampak, dan menjadi bagian penting dalam pembangunan bangsa yang inklusif dan berkelanjutan.

_____




06/05/2026

Pemilik AR Farm, Arbangi, menjelaskan, untuk Iduladha ia mematok harga hewan kurban di kisaran Rp1.500.000 hingga Rp8.500.000, dengan tetap memastikan seluruh ternak dalam kondisi sehat serta menyediakan layanan pengiriman hewan kurban. Menurutnya, kenaikan harga menjelang Iduladha merupakan hal yang wajar, seiring meningkatnya permintaan.

“Dan ini memang biasa pasaran Iduladha memang seperti itu. Misalnya dulu itu Rp 1.300.000, sekarang sudah Rp 1.500.000 lebih seperti itu, karena Iduladha ini kan hewannya harus disediakan yang sesuai dengan cara-cara tertentu. Saya juga garansi, saya menjamin domba ini sehat sampai hari-hari sebelumnya mengirim,” imbuhnya.

Arbangi menambahkan, sebagai peternak, ia bertanggung jawab penuh atas setiap keluhan dari pembeli apabila hewan yang diterima mengalami sakit atau cacat, seperti pincang maupun tanduk patah. “Risiko saya tanggung, misalnya ada domba yang sudah dipesan, ternyata kok sakit, mati, pincang, patah tanduknya, saya ganti itu, saya garansi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Arbangi mengungkapkan, animo masyarakat untuk membeli hewan kurban biasanya mulai meningkat sekitar dua minggu menjelang Iduladha. Namun, hingga Rabu (06/05), peternakannya telah menerima sekitar 250 pesanan, sementara stok yang tersedia saat ini sekitar 150 ekor. Sehingga ia akan bekerja sama bersama mitra-mitranya untuk dapat memenuhi pesanan tersebut.

“Kalau ini stok saya kan sekitar 150, tapi pesanan itu sudah 250. Nanti dari mitra-mitra saya, sudah ada. Jadi stoknya sudah aman, cuma belum saya ambil,” pungkasnya.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____


Stok hewan kurban kambing dan sapi untuk Hari Raya Iduladha 2026 di Kabupaten Bantul dipastikan tercukupi. Meski terjadi...
06/05/2026

Stok hewan kurban kambing dan sapi untuk Hari Raya Iduladha 2026 di Kabupaten Bantul dipastikan tercukupi. Meski terjadi kenaikan harga, kondisi tersebut masih dalam batas wajar dan terkendali, seiring meningkatnya permintaan menjelang Idul Adha.

Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta menyampaikan kejelasan tersebut saat pemeriksaan dan pemantauan lapangan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama TPID Kabupaten Bantul pada Rabu (06/05). Pemantauan yang bertempat di Pak AR Farm dan Kelompok Ternak Andini Mulyo tersebut memantau serta mengawasi secara langsung kesehatan hewan kurban, kenaikan harga, serta ketersediaan pasokan kurban.

“Jadi aman posisi kita Kabupaten Bantul atas koordinasi dengan Dinas Peternakan, kondisi stok hewan kurban baik domba maupun sapi ini mencukupi,” tegas Aris saat ditemui usai pemantauan.

Aris mengapresiasi pemilik peternakan yang secara konsisten berkoordinasi dengan pihak kesehatan Kabupaten Bantul guna memastikan kondisi hewan tetap sehat. “Ini yang siap untuk disembelih intuk Iduladha ini ada 150 dan kondisi semuanya sehat. Karena memang peternak dalam hal ini selalu koordinasi dengan puskeseman Kabupaten Bantul,” ujar Wakil Bupati Bantul.

Pada kesempatan yang sama, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta, Hermanto, menuturkan, berdasarkan perbandingan dengan periode Iduladha 2025, harga hewan kurban pada 2026 memang mengalami kenaikan, namun masih berada pada kisaran yang relatif stabil dan tetap terkendali. “Jadi saya kira ada kenaikan, tetapi masih relatif terkendali,” pungkasnya.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____



Pengendalian inflasi kini tak bisa lagi mengandalkan kekuatan daerah secara parsial. Di tengah tekanan cuaca ekstrem dan...
06/05/2026

Pengendalian inflasi kini tak bisa lagi mengandalkan kekuatan daerah secara parsial. Di tengah tekanan cuaca ekstrem dan ketidakpastian pasokan pangan, sinergi antardaerah menjadi kunci. DIY dan Bengkulu pun memperkuat kolaborasi melalui skema kerja sama antardaerah (KAD) sebagai langkah strategis mengawal stabilitas pangan dan mengendalikan inflasi.

Penguatan sinergi tersebut mengemuka dalam forum Capacity Building dan Benchmarking Visit TPID se-Provinsi Bengkulu ke TPID DIY di Hotel Melia Purosani, Selasa (5/5). Forum ini menjadi ruang berbagi praktik baik sekaligus mempertegas komitmen lintas wilayah dalam mengendalikan inflasi secara lebih terintegrasi.

Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Bengkulu Helmi Hasan bersama Sekda Bengkulu Herwan Antoni, para bupati, serta Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat. Dari DIY, Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti didampingi Staf Ahli Gubernur Noviar Rahmad, Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo, Bupati Kulon Progo Agung Setyawan, Kepala Biro Perekonomian dan SDA Setda DIY Eling Priswanto, TPID DIY, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait.

Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti menegaskan stabilitas inflasi merupakan fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan daerah. Inflasi yang terkendali tidak hanya menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga memberikan kepastian bagi dunia usaha dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah. “TPID dituntut tidak hanya responsif terhadap gejolak harga, tetapi juga antisipatif melalui pemetaan risiko, penguatan data, koordinasi lintas sektor, serta inovasi kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____


06/05/2026

Plt. Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman, Rofiq Andriyanto mengutarakan, sebagai upaya pencegahan penyakit pada ternak kurban, di awal April sampai dengan pertengahan April pihaknya telah melaksanakan vaksinasi antraks. Vaksinasi dilakukan khususnya untuk wilayah perbatasan dengan Kabupaten Gunungkidul, di Gayamharjo dan Sambirejo, Prambanan.

Untuk PMK, Rofiq pun melaporkan kasus yang terjadi sudah menurun jauh hanya 1-2 ekor per bulan. Upaya pencegahan yang dilakukan pihaknya pun tidak hanya menjelang Iduladha, melainkan rutin diulang setiap 6 bulan sekali dilakukan vaksinasi PMK.

“Alhamdulillah untuk teman-teman dokter hewan mendapat bantuan vaksin PMK-nya dari pemerintah pusat, melalui Kementerian Pertanian. Dan rata-rata sapi di Sleman ini yang populasinya sekitar 3.800 sampai 4.000 ini sudah minimal 2 kali divaksin insyaallah. Bahkan rata-rata 3 kali divaksin untuk PMK karena masih latent untuk timbul lagi penyakit PMK di Kabupaten Sleman,” ungkap Rofiq.

Di Pasar Hewan Ambarketawang, pencegahan pun dilakukan dengan melakukan dipping, yang mana setiap truk masuk di-dipping kemudian disemprot sebagai upaya mensterilkan kendaraan pengangkut ternak dari bakteri penyakit. “Selebihnya juga ada pemeriksaan kesehatan untuk hewan tenak yang masuk. Sebelum ada kasus PMK, tidak. Ini sekarang menjadi wajib, setiap hewan yang masuk di pasar hewan wajib diperiksa kesehatannya. Insyaallah aman," ujar Rofiq.

Menurut Rofiq, yang perlu diwaspadai sebenarnya adalah penyakit antraks, sebab menular ke manusia. “Kalau PMK kan mungkin aman. Kalau antraks karena menular ke manusia, kita harus bentengi dengan khususnya di Prambanan tadi, perbatasan wilayah, dengan vaksin antraks,” tegas Rofiq.

Adapun, di Pasar Hewan Ambarketawang, per Selasa (05/05), harga ternak sapi kurban sekitar Rp40.000 per kg. Sedangkan untuk kambing, yaitu Rp50.000 per kg. Situasi di pasar hewan ini pun mengalami kenaikan jumlah ternak yang masuk kurang lebih 10%.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____



06/05/2026

Forum Capacity Building dan Benchmarking Visit TPID se-Provinsi Bengkulu ke TPID DIY, di Hotel Melia Purosani, pada Selasa (5/5) ini menjadi ruang berbagi praktik baik sekaligus mempertegas komitmen lintas wilayah dalam mengendalikan inflasi secara lebih terintegrasi.

Menurut Sekda DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti, tantangan ke depan semakin kompleks, terutama akibat perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem, ketidakpastian musim, hingga gangguan produksi pangan. Kondisi tersebut berpotensi memicu ketidakseimbangan pasokan dan harga, sehingga diperlukan langkah pengendalian yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dalam konteks ini, kerja sama antardaerah (KAD) menjadi instrumen kunci.

Ni Made menekankan tidak ada satu daerah pun yang mampu memenuhi seluruh kebutuhan pangannya secara mandiri. “Melalui KAD, potensi surplus dan defisit antarwilayah dapat dipertemukan secara terencana, sehingga rantai pasok lebih kuat dan fluktuasi harga dapat ditekan,” jelasnya.

Senada, Kepala Perwakilan BI DIY Sri Darmadi Sudibyo menyoroti pentingnya KAD sebagai respons atas ketimpangan struktur produksi dan konsumsi pangan antarwilayah. Berdasarkan data BPS, sebagian besar daerah masih bergantung pada pasokan dari wilayah lain, khususnya untuk komoditas strategis seperti beras, cabai, dan bawang merah.

“Kerja sama harus berbasis data stok yang akurat dan mutakhir, mencakup produksi, konsumsi, hingga cadangan. Dengan begitu, intervensi kebijakan bisa tepat waktu dan sesuai kebutuhan riil,” ungkap Sudibyo.

DIY sendiri telah aktif menjalin KAD, khususnya untuk komoditas hortikultura seperti cabai, dengan sejumlah daerah seperti Riau, Jambi, Palembang, dan Lampung, serta menjajaki kerja sama dengan NTT dan Kalimantan Selatan. Selain itu, TPID DIY menguatkan strategi pengendalian inflasi melalui kerangka 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan dalam arahannya menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemda DIY dan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas daerah dalam mengendalikan inflasi.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____


Udah masuk bulan Mei nih, Lur! Kira-kira di DIY ada event apa aja yaa? 🤔Biar gak bingung cari infonya, monggo simak post...
05/05/2026

Udah masuk bulan Mei nih, Lur! Kira-kira di DIY ada event apa aja yaa? 🤔

Biar gak bingung cari infonya, monggo simak poster di atas Sedulur. Udah dirangkumin biar Sedulur bisa langsung agendain mau meramaikan event yang mana.

Kalau Sedulur mau tahu secara lengkap keseluruhan event yang akan digelar di Jogja sepanjang 2026 ini, bisa langsung download Calender of Event 2026 melalui s.id/pemdadiy nggih!

Adapun, untuk event bertanda *, berarti tanggal penyelenggaraan bersifat To Be Announced (TBA), namun pelaksanaannya tetap di bulan tersebut, Lur.

Pantau informasi lebih lanjut dan selengkapnya di dan 🤗

_____




Tak hanya berupaya mencukupi kebutuhan masyarakat, menyambut Iduladha 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman juga berkomitmen...
05/05/2026

Tak hanya berupaya mencukupi kebutuhan masyarakat, menyambut Iduladha 2026, Pemerintah Kabupaten Sleman juga berkomitmen untuk menyediakan hewan kurban yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal (ASUH). Hal ini salah satunya dipastikan melalui pemeriksaan dan pemantauan langsung ke lapangan, yang dilakukan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIY bersama TPID Kabupaten Sleman, pada Selasa (05/05).

Dipimpin Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, pemeriksaan dan pemantauan ketersediaan ternak kurban di Kabupaten Sleman ini dilaksanakan di Kelompok Ternak Karya Tunggal yang berlokasi di Nyamplung Kidul, Balecatur, Gamping, dan di UPTD Pasar Hewan Ambarketawang dan Rumah Potong Hewan DP3 Kabupaten Sleman.

Dari pemantauan yang dilakukan, Danang menyebut, hingga awal Mei ini, ketersediaan ternak kurban di Kabupaten Sleman sementara masih mencukupi atau terbilang aman terhadap permintaan pasar.

“Dari pantauan sampai hari ini, memang ketersediaan untuk hewan kurban kami masih mencukupi aman. Tetapi biasanya nanti kan peningkatan permintaan itu di dekat-dekat pelaksanaan hari kurban, tanggal 27 Mei. Jadi yang paling penting hari ini kita memantau terkait dengan kesehatan hewan yang ada di sini dan juga harganya,” papar Danang.

Ternak kurban yang tersedia dilaporkan sehat dan terbebas dari penyakit, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dan antraks. Danang mengatakan, selama ini Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan selalu rutin mengadakan pantauan di kandang kelompok ternak masyarakat dan juga pasar hewan, termasuk vaksinasi, pemantauan penyakit PMK serta antraks.

“Saya kira kalau dari sapi kita aman. Tetapi karena ternak kurban ini biasanya juga ada drop-drop-an atau pendatangan sapi dari luar, ini yang memang harus kita pantau terus karena untuk mencukupi persediaan kita tidak mungkin dari sini saja,” kata Danang.

Selengkapnya di jogjaprov.go.id

_____




05/05/2026

Pada pembukaan Seleksi Calon Paskibraka DIY dan Calon Paskibraka Nasional Wakil DIY Tahun 2026, Senin (04/05), Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) DIY, Lilik Andi Aryanto mengatakan, proses seleksi Paskibraka DIY dan Paskibraka Nasional Wakil DIY ini akan berlangsung pada 4-8 Mei 2026. Jumlah siswa peserta seleksi Paskibraka kali ini ialah 79 siswa dari kabupaten/kota se-DIY.

“Lokasi seleksi akan dilakukan BBGTK DIY dan Stadion Mandala Krida. Dari para siswa ini, akan dipilih 3 pasang siswa yang akan mengikuti seleksi tingkat pusat, dan 19 pasang siswa untuk menjadi Paskibraka DIY. Nantinya, dua pasang siswa yang tidak lolos seleksi tingkat pusat, akan bergabung dengan 19 pasang siswa untuk menjadi Paskibraka DIY,” ungkapnya.

Lilik mengungkapkan, seleksi Paskibraka ini meliputi tes wawasan kebangsaan, tes kesehatan, baris-berbaris, intelijensia umum, serta kepribadian/wawancara. Tujuan seleksi ini ialah untuk mengarusutamakan Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan sehari-hari, serta menguatkan kepemimpinan, keterampilan dan ketersediaan yang menjunjung tinggi nilai kebangsaan, cinta tanah air, persatuan dan kesatuan.

“Selain itu, seleksi ini juga bertujuan untuk peningkatan wawasan kebangsaan guna membentuk penerus perjuangan bangsa dan pemimpin bangsa yang memiliki karakter dan jiwa semangat Pancasila serta UUD 1945. Selain menanamkan dan menumbuhkan semangat patriotisme dan nasionalisme, serta menciptakan agen perubahan,” imbuhnya.

Selengkapnya di jogjaprov.go.is

______


Jogja menolak sepi, Bethesda Heritage Run kembali hadir nih, Lur! 🏃‍♂️✨Buat Sedulur yang belum tahu, besok Minggu (17/05...
05/05/2026

Jogja menolak sepi, Bethesda Heritage Run kembali hadir nih, Lur! 🏃‍♂️✨

Buat Sedulur yang belum tahu, besok Minggu (17/05), Bethesda Heritage Run 2026, event lari yang mengajak peserta menjelajah warisan budaya di DIY akan kembali digelar loh!

Mumpung pendaftarannya masih dibuka, yuk segera registrasi, Lur! Ada berbagai fasilitas menarik, baik race maupun non-race, yang bisa Sedulur dapatkan. Cek detail harganya pada poster, ya.

Sampai jumpa di Bethesda Heritage Run 2026 Sedulur semuaa 😍

_____



05/05/2026

Pengadaan Barang/Jasa (PBJ) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak lagi sekadar urusan administrasi. Memasuki fase baru, Biro PBJ Setda DIY bergerak lebih proaktif.dengan jemput bola, mengawal dari hulu ke hilir, sekaligus memastikan setiap rupiah belanja pemerintah memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Akselerasi ini menjadi pijakan kuat menuju Pusat Keunggulan Pengadaan tingkat nasional.

Penetapan DIY sebagai pilot project nasional dalam berbagai inisiatif PBJ, khususnya pengadaan berkelanjutan dan tata kelola, mempertegas posisi DIY sebagai rujukan praktik baik. Melalui Pergub DIY Nomor 57 Tahun 2023 tentang Peta Jalan PBJ Berkelanjutan 2023–2025, DIY bahkan menjadi daerah pertama yang memiliki kerangka hukum komprehensif untuk mengarahkan pengadaan agar lebih hijau, efisien, dan berdampak.

Konsistensi tersebut berbuah pengakuan. Inovasi PBJ berkelanjutan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY bersama WWF Indonesia diganjar Penghargaan Gubernur DIY sebagai inovasi terbaik kategori nondigital di lingkungan Pemda DIY pada 2025. Capaian ini menegaskan, transformasi PBJ DIY tak lagi sekadar patuh regulasi, melainkan telah bergerak menjadi ruang inovasi yang menciptakan nilai tambah.

Kepala Biro PBJ Setda DIY, Rosdiana Puji Lestari, menegaskan capaian level proaktif dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) menjadi momentum penting. Dengan status ini, Biro PBJ hadir bukan hanya sebagai pengendali proses, tetapi sebagai mitra strategis OPD.

_____



Address

Kompleks Kepatihan, Danurejan
Yogyakarta City
55213

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Humas Pemda DIY posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Humas Pemda DIY:

Share