21/12/2024
Pameran dagang yang diselenggarakan dalam the 2nd Indonesia Africa Forum (2nd IAF) dan the 39th Trade Expo Indonesia (TEI) pada tahun 2024 membuahkan hasil positif dalam hubungan dagang Indonesia dengan Namibia dan Angola. Hal itu terungkap dalam rangkaian pertemuan KBRI dengan pengusaha farmasi Namibia, JFT Pharma dan Future Image Investment, dan pengusaha Angola, BPE, pada Desember 2024.
“KBRI Windhoek menyambut baik interaksi dan kesepakatan bisnis yang dicapai oleh para pengusaha Namibia maupun Angola dalam ajang the 2nd IAF, bulan September 2024 dan the 39th TEI, bulan Oktober 2024”, ungkap Kepala Fungsi Ekonomi KBRI Windhoek, Ari Hadiman.
CEO JFT Pharma, Paulus Mwandingi, dalam the 39th TEI pada Oktober 2024 berkunjung ke Bio Farma dan kantor perusahaan farmasi, OTTO, di Bandung untuk melihat fasilitas produksi serta melakukan penjajakan dengan perusahaan farmasi Mensa Group. Dari rangkaian pertemuan tersebut, JFT telah menargetkan untuk dapat menerima kiriman produk farmasi dari Indonesia pada awal tahun 2025.
Sama halnya dengan JFT Pharma, Future Image Investment, telah merampungkan kesepakatan bisnis dengan produsen minuman energi dan mie instan Indonesia di sela-sela kunjungan ke 2nd IAF bulan September 2024. Managing Director Future Image Investment, Anthony Atejioye, menargetkan pemasaran kedua produk Indonesia tersebut dapat dilakukan pada tahun 2025.
Adapun perusahaan Angola, BPE, dari hasil kunjungan ke the 39th TEI 2024, tengah menjajaki impor produk Indonesia, seperti, makanan ringan, minuman kemasan, dan minyak goreng. “BPE akan menjajaki pemasaran produk Indonesia di Angola. Selain itu BPE akan mengembangkan bisnis agen perjalanan wisata dengan tujuan Indonesia”, ungkap Paulino, Direktur BPE. Saat ini BPE telah bertemu dengan KBRI untuk pengurusan visa kunjungan wisata warga Angola ke Indonesia pada Februari dan Maret 2025.