Gerakan Muda Aboru

Gerakan Muda Aboru Vindt hier het laatste nieuws.

Gerakan Muda Aboru di Belanda is een groep gedreven Aborunezen die de Pusat ( = centrum van verzet tegen de Indonesische onderdrukking) op Aboru actief ondersteunt, met als einddoel een vrij en onafhankelijk Maluku.

05/09/2026

MERDEKA ATAU MATI • GIVE ME LIBERTY, OR GIVE ME DEATH • VRIJHEID OF DE DOOD

Tiga bahasa. Tiga sejarah. Tetapi satu pesan yang sama: kebebasan bukan hadiah.

Dari Amerika sampai Haiti, dari Asia sampai Maluku, setiap bangsa mengenal saat ketika mereka berkata: masa depan kami harus ditentukan oleh kami sendiri.

Bagi katong, kata-kata ini bukan tentang membenci bangsa lain. Ini tentang tanah, identitas, martabat, dan hak menentukan masa depan sendiri.

Katong boleh jatuh 1.000 kali, tapi perjuangan seng akan mati.

-------------------------------------------------------

Three languages. Three histories. Yet one shared message: freedom is not a gift.

From America to Haiti, from Asia to the Moluccas, every people knows the moment when they declare: our future must be determined by ourselves.

For us, these words are not about hatred toward another nation. They are about our land, identity, dignity, and the right to determine our own future.

We may fall a thousand times, but the struggle will never die.

----------------------------------------------------------

Drie talen. Drie geschiedenissen. Maar één gedeelde boodschap: vrijheid is geen geschenk.

Van Amerika tot Haïti, van Azië tot de Molukken: ieder volk kent het moment waarop het zegt dat het zelf over zijn toekomst moet kunnen beslissen.

Voor ons gaan deze woorden niet over haat tegen een ander land. Ze gaan over onze grond, identiteit, waardigheid en het recht om onze eigen toekomst te bepalen.

Wij kunnen duizend keer vallen, maar de strijd zal nooit sterven.

MALUKU PASTI MERDEKA. 🔵⚪️🟢🔴 HASTA LA VICTORIA SIEMPRE!
MENA MURIA









04/09/2026

MALUKU🔵⚪️🟢🔴🔴🔴PASTI MERDEKA️✊️🔥

TETAPLAH BERJUANG BUAT YANG BERMAIN MUSIK, PENARI, PEMBACA PUISI, PENULIS LAGU, KATONG ADALAH SATU. SEBAB PRABOWO HANYA MENJALANKAN TAKDIRNYA UNTUK MENGHANCURKAN NKRI👉🏼🇲🇨





Menembus Batas Sejarah: Refleksi Kritis Joshua Toshio Maka’ala Ching atas Gerakan Merdeka di Papua Barat dan Maluku Sela...
03/09/2026

Menembus Batas Sejarah: Refleksi Kritis Joshua Toshio Maka’ala Ching atas Gerakan Merdeka di Papua Barat dan Maluku Selatan

Keberhasilan Joshua Toshio Maka’ala Ching meraih penghargaan dalam Southeast Asian Digital Library (SEADL) Undergraduate Paper Award bukan sekadar prestasi akademik biasa. Melalui karyanya yang berjudul *"MERDEKA! Self-Determination Movements in West Papua and South Maluku"*, peneliti muda dari Yale University ini berhasil membawa narasi sejarah yang kompleks dan sering kali terpinggirkan ke panggung diskusi internasional.

Dalam risetnya, Joshua melakukan bedah komparatif yang tajam terhadap akar pergerakan penentuan nasib sendiri (self-determination) di wilayah Indonesia Timur. Fokusnya pada Papua Barat dan Maluku Selatan menyentuh aspek-aspek krusial yang jarang dikupas secara mendalam oleh peneliti generasinya:

1. **Akar Historis yang Kuat:** Ia menelusuri bagaimana memori kolektif, identitas budaya, dan janji-janji historis masa lalu membentuk fondasi resistensi politik di kedua wilayah tersebut.
2. **Narasi Keindonesiaan vs. Lokal:** Karya ini dengan berani mempertemukan diskursus nasionalisme formal Indonesia dengan aspirasi kedaulatan lokal yang telah mengakar selama puluhan tahun.
3. **Perspektif Keadilan Global:** Melalui analisisnya, Joshua tidak hanya melihat konflik ini sebagai isu domestik, melainkan sebagai bagian dari dinamika dekolonisasi global yang belum sepenuhnya tuntas.

Penghargaan dari institusi bereputasi seperti Cornell Southeast Asia Program menegaskan bahwa tulisan Joshua memiliki metodologi yang solid dan objektivitas yang tinggi. Di tengah kelangkaan literatur akademis internasional yang secara khusus mengomparasikan dinamika politik Maluku Selatan dan Papua Barat, karya Joshua hadir sebagai jembatan ilmu pengetahuan yang sangat berharga.

Keberhasilan Joshua Toshio Maka’ala Ching adalah pengingat bagi dunia akademik bahwa sejarah wilayah timur selalu menyimpan ruang diskusi yang kaya, menantang, dan krusial untuk dipahami demi masa depan kemanusiaan dan keadilan politik di Asia Tenggara.

MALUKU PASTI MERDEKA
MENA MURIA✊️✊️✊️🔥

01/09/2026

Ada 10 hal yang membuktikan bahwa, RI dan NKRI benar benar adalah negara palsu, ilegal dan inkonstitusional dan pemerintahnya, penipu, pembohong dan pendusta multi National dan International serta Pelaku Tindak Pidana Transnational dan International.
1. LIKUIDASI Negara RIS pada tanggal 15 Februari 1950 oleh Soekarno di Jakarta.
2. Bertentangan dan melanggar RTC Agreement 1949
3. Mengingkari Janji dan Sumpah Jabatan selaku Presiden RIS
4. Proklamasi RMS 25 april 1950 di Ambon.
5. Pemebentukan NKRI oleh Soekarno pada tanggal 17 Augustus 1950 di Jakarta .Tapi NKRI itu, tidak dapat dinyatakan sebagai negara merdeka dan berdaulat, karena (a). Soekarno tidak pernah mendapatkan MANDAT dari Rakyat dan Masyarakat RIS untuk melikuidasi Negara RIS pada tanggal 15 Februari 1950 di Jakarta dan (b). Soekarno tidak menggunakan Referendum sebagai Ketentuan Hukum International dan Piagam PBB untuk menjamin NKRI-nya, akibatnya, NKRI-nya itu, secara resmi dinyatakan sebagai negara palsu, ilegal dan inkonstitusional.
6. NKRI tidak mempunyai "Surat Akte Penyerahan Kedaulatan" atau SOUVEREINITEITSOVERDRACHT seperti yang dimiliki oleh Pemerintah Negara RIS pada tanggal 27 december 1949 di Amsterdam Belanda dan Jakarta.
7. UNCI atau PBB adalah saksi nyata bahwa, Negara RIS benar benar adalah Negara Merdeka dan Berdaulat Mutlak sesuai dengan Rancangan Piagam Penyerahan Kedaulatan Pasal 1:1,3 dan 3 dari Hasil hasil KMB dan Mukad Dimah dari Rancangan Konstitusi RIS 1949.
8. Lihat PETA Negara RIS
9. Dekrit Soekarno tertanggal 5 juli 1959 di Jakarta
10. Baca PETISI dari Komite Nasional Pembela Martabat Bangsa Indonesia (KNPMBI) dan Komite Utang Kehormatan Belanda (KUKB) yang ditujukan kepada Perdana Mentri Belanda Mr. Mark Rutte pada tanggal 29 april 2011.

MENA MURIA ✊️✊️✊️🔥






AGRESSI MILITER SOEKARNO KE MALUKU, MEMBUAT PUSAT KOTA AMBON LUMPU TOTAL, SEHINGGA MENYEBAR SAMPAI KE HARUKU, BURU SAMPA...
31/08/2026

AGRESSI MILITER SOEKARNO KE MALUKU, MEMBUAT PUSAT KOTA AMBON LUMPU TOTAL, SEHINGGA MENYEBAR SAMPAI KE HARUKU, BURU SAMPAI 13 TAHUN PERANG DI NUSA INA

Model "propaganda" dalam menjelaskan bagaimana media massa bekerja sebagai sistem penyaring informasi. Melalui 5 filter: kepemilikan, iklan, sumber berita, flak, dan ideologi anti-komunis, media cenderung memproduksi berita yang selaras dengan kepentingan negara dan korporasi. Akibatnya, korban agresi dapat diposisikan sebagai pelaku, sementara pelaku agresi diposisikan sebagai pihak yang "menjaga ketertiban". Model ini menjelaskan proses pembalikan peran moral dalam pemberitaan konflik. Noam Chomsky - Manufacturing Consent, Chomsky dan Herman (1988)

APA YANG TERJADI SEBELUMNYA

Pada tahun 1949, Belanda kalah dalam pertempuran politik dan mendirikan Federasi Indonesia Serikat (RIS).
RIS didirikan sebagai penerus hukum untuk Hindia Belanda. Pada awalnya Republik Indonesia Serikat terdiri dari negara-negara yang berbeda satu sama lain dalam hal bahasa, budaya dan sejarah. Masing-masing negara memiliki beberapa kekuatan otonom. Saat kekuatan otonom mengancam untuk membahayakan, ada kesempatan untuk negara memilih penarikan dari Federasi. Juga daerah (sebagai bagian dari negara) memiliki jenis hak otonom. Dalam serah terima juga berbicara tentang hak setiap bangsa untuk merdeka.

KONPERENSI MEJA BUNDAR
Awal Konperensi Meja Bundar (RTC) di Den Haag dimana kaum minoritas di Indonesia mendapatkan kesempatan untuk menyerahkan daftar masalah yang mempengaruhi mereka. Perwakilan dari masyarakat Minahasa, Maluku dan Timor memberitakan tetap mau keluar dari Republik Indonesia Serikat.

Pada 11 Maret 1947, Dewan Maluku Selatan memutuskan untuk sementara berpartisipasi dengan Negara Indonesia Timur (NIT). Dengan syarat bahwa jika NIT tidak bisa menjamin kepentingan Maluku Selatan dalam federasi, maka Maluku Selatan memiliki hak untuk menarik diri dari Federasi. Tetapi ketika pada 15 Februari 1950, Presiden Soekarno dari Republik Indonesia, mengumumkan pembentukan sebuah Negara Kesatuan dengan kekerasan, SOEKARNO segera melikuidasikan 15 negara yang lain dengan agressi Militer. Kemudian pada bulan Maret 1950, Dr. Chr.R.S. Soumokil, Menteri Kehakiman dari Negara Indonesia Timur, mengusulkan untuk Tjokorda Gde Raka Soekawatti, presiden dari Negara Indonesia Timor, untuk memutuskan semua hubungan dengan RIS dan memproklamasikan kemerdekaan Negara Indonesia Timur. Atas tekanan dari Soekarno, Tjokorda Gde Raka Suekawatti menyerah dan pada 16 April, 1950 Negara Indonesia.

Timur dibubarkan.
Di bawah pimpinan Mr.Dr. Chr. Soumoikil dan Ir. J.A. Manusama, yang tidak setuju untuk bergabung dengan Negara Kesatun, maka Republik Maluku Selatan yang merdeka dan berdaulat diproklamirkan pada 25 April 1950. Selain itu, para pemimpin RMS didukung oleh pertemuan massa besar dalam Kongres Kilat di Ambon. J.H. Manuhutu menjadi presiden pertama dari Republik Maluku Selatan. Pada tanggal 2 Mei 1950 tepat pada jam 10.00 pagi bendera RMS dinaikkan di depan gedung Pemerintah. Dua hari sebelum tanggal 4 Mei 1950, atas keputusan Pemerintah di Berita Ambon menempatkan bentuk dan makna dari bendera baru dengan ukuran: 2 sampai 3.
- Warna: Biru, Putih, Hijau, Merah
- Rasio bendera: 1/9: 1/9: 1/9: 6/9 25 Mei 1950
Dan setalah itu, Undang-Undang Dasar Sementara “Republik Maluku Selatan” disahkan oleh wakil-wakil Rakyat Islam dan Kristen dari pelbagai daerah. Sultan Ternate tidak hadir sebab diasingkan ke Jawa. Maluku pada waktu itu di blokade oleh kapal-kapal perang Indonesia, tulis Nyonya Soumokil, Isteri dari mendiang Mr. Christiaan Robbert Steven Soumokil dalam buku 13 Tahun Perjuangan di Nusa Ina, halaman ke 8.

Setelah proklamasi Republik Maluku Selatan, banyak orang Maluku di Ambon berada dalam suasana hati yang gembira, sebab mereka memiliki negara sendiri. Mereka percaya atas dasar perjanjian RTC untuk mendapatkan dukungan dari Belanda dan PBB. Tapi itu adalah harapan sia-sia. Di sisi lain, Indonesia melihat proklamasi RMS sebagai upaya pemisahan diri.
Maka pada tanggal 15 Juli 1950 Setelah upaya negosiasi antara dr. J. Leimena (wakil dari Soekarno) dan Mr.dr. Chr. Soumokil telah gagal dan pasukan RI menembus daerah RMS, presiden J.H. Manuhutu menyatakan RMS ada dalam keadaan perang dan pengepungan (SOB). Pada Agustus 1950 sesuai informasi dari Pulau Haruku bahwa Divisi Siliwangi yang ditugaskan Soekarno untuk menumpas RMS telah berhasil memprovokasi Masyarakat Kailolo dan RMS sehingga Divisi Siliwangi membakar Negeri Kailolo, sesuai dengan kesaksian Saptenno, Sarsan K. Malawau, Waitina Sinay, Ruben Sinay dan Tn. Ohoilulin selaku Kepala Pasukan RMS Pulau Haruku.
Mereka mengatakan bahwa personal AP-RMS di Pulau Haruku hanya 40 0rang, mana mungkin katong mau bakar keluagra sendiri, yang punya senjata, pesawat tempur dan bom Adalah TNI dari Divisi Siliwangi. Hal sepura terjadi juga dengan Negeri Latu, Sepa dan Kaibobo, menutur kesaksian Sarsan Malawau, Tn. Nussy, sekalipun nTn. Nussy berkhianat dan berbalik kepada Indonnesia, bahwa yang membakar Negeri Latu, Sepa dan Kaibobo Adalah TNI Divisi Siliwangi, namun disisi lain orang Latu juga meminta bantuan dan berterima kasih kepada Sarsan Sakranus Malawau dalam membantu Negeri Latu disaat Negeri mereke Dibakar.
Jadi kejahatan negara Indonesia ini sudah diatur secara sistematis dan terstrukur, agar opini negative terhadap RMS, membuat kepercayaan publik menurun. Buku Membongkar Konspirasi dibalik Konfik Maluku, karangan Semual Waileruny juga membongkar kejahatan negara Indonesia dengan secara terpecinci, bahwa Negara Indoneisa dalang dibalik Konflik Maluku.
Lewat buku Membongkar Konspirasi di balik Konflik Maluku, Semuel Waileruny mendapat banyak sekali penghargaan international.

Pada 28 September 1950 Militer Indonesia lakukan blokade laut dan invasi di Ambon, sehingga Pada 5 Nopember 1950 Kota Ambon jatuh di tangan tentara Indonesia. Ketika akhir Nopember 1950 TNI menyerang negeri-negeri pegunungan di kota Ambon, maka Komando Angkatan Darat memutuskan untuk mengevakuasi pemerintah RMS ke p**au Seram. Pada tanggal 4 dan 5 Desember 1950, pemerintah RMS dan APRMS mundur ke p**au Seram. Selama perang di Ambon lima dari tiga belas menteri telah jatu di tangan musuh. Pada sesi pertama tanggal 15 Januari 1951 di Walemoit, Pemerintah memutuskan untuk melakukan reorganisasi. Atas usul dari Mr.Dr. Chr. Soumokil pemerintah baru mendapat nama “Pemerintah Perjuangan”. Susunan Pemerintah Perjuangan ada seperti berikut:
- Presiden J.H. Manuhutu, Presiden
- Ptn. A. Wairisal, Perdana Menteri dan Menteri dalam Negeri,
- Ptn. Mr.Dr. Chr. Soumokil, Menteri Luar Negeri dan Keadilan
- Ptn. Ir. J.A. Manusama, Menteri Pertahanan
- Ptn. Raya Ibr. Ohorella, Menteri Bekalan Makanan
- Ptn. G.H. Apituley, Menteri Kewangan
- Ptn. M.A. Tetelepta, Menteri Pelajaran
- Ptn. Z. Pesuwarissa, Menteri Penerangan dan Sosial
- Ptn. Dr. M. Haulussy, Menteri Kesehatanan
- Ptn. H.F. Pieter, Menteri Verbinding

CATATAN DARI NJ. J. SOUMOKIL-TANIWEL TENTANG 13 TAHUN PERJUANGAN RMS DI NUSA INA

Sehabis evacuasi Pemerintah RMS dari Ambon ke Ceram, Mr.Dr.Chr. Soumokil dengan pasukannya tinggal di negeri Sumeit. Dalam bulan Januari 1951, pada pertama kali, Mr.Dr. Chr. Soumokil dari negeri Sumeit, datang ke Hukuanakota, sesuai sesaksian Isteri dari Mendiang Mr. Soumokil.
Pada waktu itu semua gadis dapat perintah dari Raja dan toko agama untik penjemputan Mr. Soumokil besar-besaran. Banyak orang datang untuk menari, kecuali Nyonya Soumokil dan saudaranya Sophia Taniwel tidak turut menari melainkan mereka sembunyi.
Mr.Dr. Chr. Soumokil tinggal beberapa hari di Negeri Hukuanakotta, sesudah itu ia meneruskan perjalanannya ke Kamboti, atau Hunitetu, tempat tinggal dari Tn. Th. Nussy dengan pasukan panah panah atau pasukan Honge. Mengapa tempat ini dinamakan Kamboti? Sebab siapa yang penghianat bangsa, maka kepalanya di potong di-isi didalam kamboti dan di taru dimuka tempat tinggal dari Tn. Nussy, agar supaya semua orang bisa dapat lihat itulah hukuman terhadap seorang penghianat bangsa. Dari Kamboti Mr.Dr. Chr. Soumokil kembali ke tempat tinggalnya di negeri Sumeit.

Pada Maret 1951 Mr.Dr. Chr. Soumokil pindah dari negeri Sumeit, datang tinggal di negeri Hukuanakota dan tinggal di rumah dari Keluarga R. Wattimena. Pada tanggal 19 October 195, Mr. Soumokil menerima kabar dari Tn. Th. Nussy, bahwa musuh akan menyerang tempat-tempat tinggal dari pasukan A.P.R.M.S. Teristimewa tempat tinggal dari Th. Nussy dengan pasukannya di Kamboti (Hunitetu, Seram Barat).
Tn. Nussy dengan pasukannya mundur, dari Hunitetu, datang di negeri Hukuanakota. Sebagian pasukan dari Th. Nussy, teruskan perjalannya ke negeri Ahiolo. Huku Kecil dan Abio.

Desember 1951 Pemerintah RMS yang lain-lain pada waktu itu semua tinggal di Ahiolo.
Mr. Soumokil menerima sepucuk surat dari Ahiolo, dengan permintaan untuk datang merayakan Hari Natal dengan pemerintah yang lain lain di Ahiolo. Akan tetapi Mr. Soumokil tidak setuju, karena pada waktu itu keadaan tidak mengijinkan untuk merayakan Natal bersama. Jika pada waktu itu Mr. Soumokil merayakan Natql di Ahiolo, maka musuh sudah menunggu kedatangan Mr. Soumokil. Dan berarti perjuangan RMS sudah selesai. Tidak ada lagi bendera yang berwarna biru, putih, hijau dan merah.

Masih berlanjut dengan kesaksian Nyonya Soumokil, selaku isteri dari Mr. Soumokil bahwa Pada tanggal 24 Desember 1951 pagi, TNI sudah menyerang negeri Ahiolo. Tanggal 24 Desember 1951 juga katong p**ang ke negeri Hukuanankota untuk merayakan Hari Natal. Kami bertemu dengan Raja Seit dan keluarganya. Pada tanggal 25 Desember pagi kami sudah tinggalkan Raja Seit dan keluarganya. Sesudah itu maka kami tidak pernah lagi bertemu dengan Raja Seit. Kami kembali ke tempat kami, yang bernama Air Dobi. Di pertengahan jalan menuju walang, kira-kira jam 5 sore, maka kami dengar bunyi tembahkan yang ramai, sebab musuh sudah masuk negeri kami Hukuanakota. Mr. Soumokil dan Nyonya Soumokil meneruskan perjalanan menuju tempat tinggal. Sejak itu Mr. Soumokil tidak pernah lagi hubungan dengan pemerintah lain-lain, kemudian kami mendengar bahwa mereka sudah ditangkap oleh musuh pada tanggal 5 Januari 1952.

Bersambung……

28/08/2026

Aboru, 28 augustus 2026

Ook vandaag, vrijdag 28 augustus 2026, werd in Aboru de RMS-vlag gehesen.

Aan de rand van de dauwnatte Molukse dageraad
wordt langzaam een doek naar de hemel geheven.
Blauw, wit, groen en rood
fluisteren in de wind van Negeri Aboru,
in het stille Lealohi Samasuru.

Trillende handen houden de vlaggenmast vast,
niet uit angst, maar uit respect vanwege de geschiedenis.
Er zijn namen die door de aarde worden geroepen,
oude wonden waarvan het verhaal nog niet is voltooid.

De vlag wordt gehesen,
beladen met gebeden, verlangen en het gewicht van een lange strijd.
Daaronder blijft de Bandazee kalm,
een zwijgende getuige van beloften en afscheid.

Deze negeri luistert,
tussen de echo van de proclamatie en de roep om eenheid.
En de vlaggenmast staat daar,
als een uitroepteken in het hart van de archipel.

MENA MURIA!

-----------------------------------------------------------------

Aboru, 28 Agustus 2026.

Pengibaran Bendera RMS masih terus terlihat di Aboru hari ini, Jumat 28 Agustus 2026.

Di ujung fajar Maluku yang basah embun,
sehelai kain terangkat pelan ke langit.
Biru, putih, hijau, merah,
berbisik dalam angin Negeri Aboru, Lealohi Samasuru yang sunyi.

Tangan-tangan gemetar menahan tiang,
bukan karena takut, tapi karena sejarah.
Ada nama-nama yang dipanggil tanah,
ada luka lama yang belum selesai bercerita.

Bendera itu naik,
membawa doa, rindu, dan perdebatan panjang.
Di bawahnya, laut Banda tetap tenang,
saksi bisu dari janji dan perpisahan.

Negeri ini mendengar,
antara gema proklamasi dan suara persatuan.
Dan tiang bendera berdiri,
menjadi tanda tanya di dada kep**auan.

MENA MURIA!




DOSA POLITIK SOEKARNO DAN MITOS MERDEKA OLEH BAMBU RUNCING Oleh: BHIndonesia adalah penjajah Maluku (Baca pleidooi Simon...
22/08/2026

DOSA POLITIK SOEKARNO DAN MITOS MERDEKA OLEH BAMBU RUNCING

Oleh: BH

Indonesia adalah penjajah Maluku (Baca pleidooi Simon Saija yang dibacakn di dalam sidang di Pengadilan Negeri Ambon. 20 Pebruari 2015) Sama seperti RI menjajah Timor Timur, ACEH dan PAPUA. Karena batas wilayah RI menurut PERJANJIAN KONPERENSI MEJA BUNDAR (KMB) sebagai hukum internasional, bahwa wilayah RI HANYA JAWA, MADURA, dan sedikit Sumatera (Lihat Konstuitusi RIS) Dengan KMB itu Soekarno dkk menerima Kedaulatan Politik Negara RIS pada 27 Desember 1949. Yg dengan KMB itu p**a, Soekarno penerima pengakuan internasional sebagai Presiden. Andaikata bukan atas desakan Amerika Serikat dan Inggris, maka RI sebagai NEGARA bagian RIS TIDAK PERNAH ADA di muka bumi ini. (baca: Prof. Dr. Ir.
Dali Santun Naga, MMSI, bangsa Tionghoa Di Perantauan jadi Bangsa Indonesia Suku Tionghoa, 2014, hlm. 105-108) jadi "dengan bambu runcing indonesia sanggup memerdekakan dirinya" bukan saja BUALAN SOMBONG TAK PUNYA MALU, melainkan penipuan sistematis kepada semua makluk di bawah langit ini. Tulis Jenderal Besar Dr. A.H.Nasution dalam bukunya Pokok Pokok Gerilya hlm.17 : "Tidak mampu kita merebut kota kota distrik pun dan tidak mampu kita mempertahankannya lama lama terhadap serangan musuh. Kita membiarkan musuh keliling Jawa. Tidak mampu kita menghancurkan pos pos musuh yang terpencil maupun konvoi konvoinya yang lewat. Bahwa musuh akhirnya mengalah, bersedia mengakui dan mengembalikan segala sesuatu kepada Republik dan TNI-nya, bersedia MENYERAHKAN KEDAULATAN DENGAN BEBERAPA KOMPROMIS dan bersedia menarik mundur tentaranya, ini semua dipercepat oleh gerakan politik ATAS TEKANAN INTERNASIONAL, sehingga tak perlu lagi kita lakukan perang gerilya yg lama. Melalui Konperensi Meja Bundar yang dilaksanakan 23 Agustus sampai dengan 2 Nopember 1949, Soekarno menerima klausul menjadikan dirinya sebagai Presiden RIS. BUKAN presiden NKRI, karena Perjanjian KMB adalah Parjanjian dan Hukum Internasional, maka berlaku azas hukum PACTA SUN SERVANDA sebagai azas hukum yang berlaku universal sampai saat ini.

Ajaran azas hukum PACTA SUN SERVANDA menyatakan bahwa para pihak yang menandatangi perjanjian WAJIB TAAT DAN TUNDUK pada semua isi perjanjian itu. Inilah kesalahan dan dosa SOEKARNO pada Negara Indonesia Timut (NIT) dimana Maluku Selatan jadi bagiannya, ketika dia melikuidasi NEGARA RIS menjadi NKRI pada 17 Agustus 1950, empat bulan sesudah Pemerintah dan Dewan Maluku Selatan serta BANGSA MALUKU rapat besar di Negeri TULEHU, lalu PROKLAMASI BERDIRINYA NEGARA REPUBLIK MALUKU SELATAN (RMS) pada 25 April 1950, Di Batu Gajah Ambon. Tepatnya di kompleks ex KODAM XV Pattimura.

Pelanggaran Soekarno atas azas hukum internasional KMB adalah persoalan SENGKETA TERITORI atau SENGKETA WILAYAH NEGARA yang jadi kewenangan hukum internasional, yang pada waktunya nanti, akan menjadi persoalan politik hukum internasional dan akan diselesaikan secara politik hukum internasional p**a. Itulah fakta sejarah politik sesungguhnya.

MENA MURIA✊️🔥

Setalah Portugal, Inggris dan Spanyol harus menyusul✊️✊️✊️🔥
21/08/2026

Setalah Portugal, Inggris dan Spanyol harus menyusul✊️✊️✊️🔥

Lisbon, Portugal— Sejumlah warga dan simpatisan Maluku mengenakan pakaian bernuansa biru, putih, hijau, merah, sambil mengibarkan bendera empat warna dalam sebuah aksi damai di Lisbon, Portugal, Senin, 17 Agustus 2026. Di antara mereka, sejumlah peserta membawa papan bertuliskan “Bangsa Maluku B...

De vlag van 17 augustus is inmiddels neergehaald en de TNI en Polri zijn vertrokken. De inlichtingendiensten bewegen zic...
21/08/2026

De vlag van 17 augustus is inmiddels neergehaald en de TNI en Polri zijn vertrokken. De inlichtingendiensten bewegen zich echter nog steeds door Negeri Aboru. Daarom werd vanmiddag om precies 17.00 uur de RMS-vlag opnieuw gehesen op het grondgebied van Negeri Aboru, in de dusuns Laina en Hatukui.

GMA verklaart:

Onze generatie draagt de verantwoordelijkheid om het ideaal van de RMS levend te houden. Zolang onze vlag wappert, blijven onze hoop en overtuiging onwankelbaar. De vrijheid van de Zuid-Molukken zal altijd ons doel blijven.

-----------------------------------------------------------------

Bendera 17 Agustus sudah turun, TNI-Polri sudah kembali, tapi intelijen masih berkeliaran masuk di Negeri Aboru, maka sore ini tepat pukul 17:00 Bendera RMS berkibar lagi di petuanan Negeri Aboru, tepatnya di Dusun Laina dan Hatukui.

GMA menyetakan:
Generasi kami memikul tanggung jawab untuk memastikan cita cita RMS terus hidup. Selagi bendera kami berkibar, harapan dan keyakinan kami tetap teguh. Kebebasan untuk Maluku Selatan akan tetap menjadi tujuan kami.

MENA MURIA✊️✊️✊️🔥

21/08/2026

MENA MURIA ✊️🔥







TANAH INI KATONG PUNYA

Katong lahir disini, di tanah yang sudah ada dari dolo.
Tanah yang dibangun dengan air mata, yang darah tete nene moyang jaga akang dari dolo

Ini bukan tanah kosong
ini bukan tanah yang seng bertuan
Di tanah Seram, ada kubur orang tatua, ada dusun yang d**g tanam deng karingan sandiri

Ada aer yang biasa katong pake par mandi, ada hutan yang biasa katong cari hidop.
Lalu Negara d**g datang bawa surat, bawa peta, bawa janji manis.

Negara bilang, tanah ini menjadi katong pung milik, tanah ini pemerintah punya
Kalau dari dolo katong pung nene moyang su jaga akang, kalo tanah ini katong pung orang tatua deng tete nene moyang su putus pusar deng injak akang, kalo katong pung hidop su menyatu deng akang, lalu kanapa katong yang harus pigi?
Lalu kanapa katong yang harus kaluar?

Adres

Groningen

Meldingen

Wees de eerste die het weet en laat ons u een e-mail sturen wanneer Gerakan Muda Aboru nieuws en promoties plaatst. Uw e-mailadres wordt niet voor andere doeleinden gebruikt en u kunt zich op elk gewenst moment afmelden.

Snelkoppelingen

Delen