09/05/2020
Selamat pagi Semua Bunda,Ayah, Mama, Papa !
semoga pagi ini bahagia tetap terjaga , tetap diberi kesehatan dan kesejahteraan Amiiinnnnn.......😁🥰🥰
Pagi ini Puspaga SaatuRasa mau berbagi pengetahuan ya,,,,
tentang bagaimana cara kita memberikan model pola pengasuhan kepada anak2 kita, , yangmana anak2 kita adalah calon calon anak emas Indonesia. eith,,,!!!!!!!!
Sebelum menerapkan model pola asuh terhadap anak-anaknya, orangtua harus memiliki pemahaman mengenai hal-hal yang sangat mendasar dalam pola asuh anak. Pemahaman yang sangat mendasar itu adalah:
SEMUA ANAK CERDAS
Belum semua orangtua memahami konsep ini. Semua anak itu cerdas. Tak ada anak yang bodoh, maka hindari menyebutnya demikian. Anak mungkin tak cerdas Matematika, namun prestasinya unggul di bidang olahraga. Anak mungkin tak pandai Matematika dan olahraga, namun dia pintar bernyanyi. Mungkin anak tak pandai semua itu namun dia piawai dalam pergaulan di berbagai lingkungan. Prof Howard Gardner dari Harvard University memperkenalkan 9 jenis kecerdasan yaitu linguistik (bahasa), logika (matematika), visual-spasial, kinestetik, musikal, interpersonal, intrapersonal, naturalis (lingkungan), eksistensial. Memang ada beberapa anak yang memiliki beberapa jenis kecerdasan. Itulah yang disebut anak dengan multi intelligent. Hal ini menjadi dasar sebuah pemahaman bahwa pola asuh anak harus aware akan hal ini.
Setiap anak itu baik
Tidak anak yang nakal ataupun jahat. Orangtualah yang paling bertanggung jawab membentuk dan mempengaruhi karakter anak. Maka, dalam pola asuh anak hindarilah menyebut anak dengan sebutan-sebutan yang negatif.
Setiap anak mempunyai cara berbeda dalam memproses informasi
Setiap anak adalah individu yang berbeda. Cara dan kemampuan mereka memproses, memahami dan menerima informasi pun berbeda-beda, sehingga menerapkan pola asuh anak memiliki perbedaan antar satu dan lainnya.
Anak berhak mendapatkan apresiasi untuk setiap usahanya
Setiap usaha anak pantas diapresiasi. Orangtua janganlah selalu fokus pada hasil dan target, namun hargailah usaha anak, apapun itu. Apresiasi yang paling sederhana adalah dengan pelukan, tatapan mata yang menyejukkan serta kata-kata yang membesarkan hati. Dengan pola asuh anak seperti ini, anak akan belajar menghargai orang lain dan juga dirinya sendiri.
Pola asuh anak menghargai hak pilih
Setiap anak punya hak memutuskan apa yang terbaik bagi dirinya. Tugas orangtua hanyalah membimbing, bukan memaksakan kehendak.
Terima Kasih Semua Keluarga Indonesia...
Semoga Bermanfaat YA,,,!!!!!!!!🥰🥰🙏🙏