Ditjen Perikanan Budidaya

Ditjen Perikanan Budidaya Akun resmi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, Kementerian Kelautan dan Perikanan RI

Akun resmi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya-Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia

04/09/2026

Sahabat Bahari, Indonesia memiliki potensi, bukan hanya sebagai sumber Benih Bening Lobster (BBL), tetapi juga untuk tumbuh menjadi produsen lobster hasil budi daya dunia.

Dari sentra budi daya lobster Telong-Elong, Lombok Timur, Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mendorong pengembangan ekosistem lobster nasional dari hulu hingga hilir, mulai dari benih, pendederan, pembesaran, pakan, hingga akses pasar.

Pengembangan tersebut diperkuat melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2026, yang mendukung tata kelola dan pengembangan budi daya lobster melalui segmentasi usaha yang semakin jelas dan terarah.

Harapannya, lobster Indonesia tidak hanya unggul dari sisi sumber daya, tetapi juga semakin kuat dalam produksi budi daya dan mampu bersaing di pasar global.






01/09/2026

Kehadiran pembangunan Tambak ISF Waingapu mulai menghadirkan aktivitas ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Bagi Ibu Yuliana Hiwa, peluang itu hadir melalui usaha makanan, gorengan, dan kopi untuk para pekerja. Sementara bagi Dimas Sonwege, bekerja sebagai surveyor memberikan penghasilan yang dapat membantu kebutuhan keluarga hingga pembangunan rumah.

Cerita sederhana ini menunjukkan bagaimana aktivitas pembangunan dapat membuka ruang bagi masyarakat untuk bekerja, berusaha, dan memperoleh tambahan penghasilan lebih dekat dari rumah.






31/08/2026

Sahabat Bahari, Yuk, kenali lebih dekat Segmentasi Budi Daya Lobster pada tahap Pembesaran II di Keramba Jaring Apung (KJA).

Pada fase ini, lobster dipelihara dari ukuran 50 gram hingga mencapai ukuran 200 gram ke atas, dengan masa pemeliharaan kurang lebih 6–7 bulan.

Pemberian pakan, pengecekan kondisi lobster, pemeliharaan kerangkeng, serta pemantauan lingkungan budi daya menjadi bagian penting untuk mendukung pertumbuhan yang optimal.






Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul awal 1448 H.Semoga Keteladanan Rasulullah SAW menginspirasi kita untuk t...
25/08/2026

Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 12 Rabiul awal 1448 H.

Semoga Keteladanan Rasulullah SAW menginspirasi kita untuk terus menghadirkan perikanan budi daya yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi masyarakat, serta senantiasa dilimpahi keberkahan dan rahmat Allah SWT.






24/08/2026

Sahabat Bahari, pengelolaan dan pembudidayaan lobster di dalam negeri terus didorong sejalan dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 5 Tahun 2026.

Di BPBL Batam, budi daya lobster dimulai dari segmentasi pendederan di nursery sebagai fase penting sebelum benih memasuki tahap berikutnya.

Setelah mencapai ukuran yang sesuai, lobster memasuki tahap pembesaran pertama di KJA menggunakan kerangkeng ukuran medium. Pada tahap ini, pemeliharaan dilakukan secara terukur dengan pemberian pakan, pemantauan kondisi lobster, serta pembersihan kerangkeng secara rutin.

Kegiatan grading juga dilakukan secara berkala untuk memisahkan lobster berdasarkan ukuran, sehingga pertumbuhannya lebih optimal sekaligus membantu menekan risiko kanibalisme.









23/08/2026

Sahabat Bahari, kenalan dengan tahap segmentasi pendederan lobster di nursery.

Budidaya lobster dimulai dari tahapan penting, yaitu segmentasi pendederan di nursery. Pada tahap ini, Benih Bening Lobster (BBL) yang baru datang terlebih dahulu melalui proses aklimatisasi agar dapat menyesuaikan diri secara bertahap dengan kondisi media pemeliharaan.

Di BPBL Batam, BBL kemudian dipelihara dengan pengelolaan yang terukur, mulai dari pengaturan kepadatan, pemberian pakan secara rutin, hingga pemantauan kualitas air untuk menjaga kondisi media budidaya tetap optimal.

Pendederan di nursery menjadi tahap penting untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga kondisi benih lobster agar tetap sehat dan siap melanjutkan ke segmentasi pembesaran berikutnya.









18/08/2026

Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di kawasan Pembangunan Tambak ISF Waingapu menjadi momentum istimewa yang menghadirkan semangat kebersamaan, persatuan, dan kepedulian.

Direktur Jenderal Perikanan Budi Daya, Tb Haeru Rahayu, bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam peringatan yang berlangsung khidmat dan penuh makna. Suasana semakin semarak dengan kolaborasi budaya melalui penampilan tari dan drum band yang turut menguatkan semangat Merah Putih.

Diikuti lebih dari 700 peserta, upacara ini menghadirkan pemerintah, masyarakat, pekerja, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lainnya dalam satu semangat memperingati kemerdekaan dan mempererat kebersamaan. Perpaduan budaya lokal dengan semangat pembangunan memberikan warna tersendiri bagi peringatan kemerdekaan di kawasan Pembangunan Tambak ISF Waingapu.

Semangat kemerdekaan juga diwujudkan melalui kepedulian kepada masyarakat. Seusai upacara, digelar bazar murah kebutuhan pokok yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekitar.

Di tengah momentum kebersamaan tersebut, doa dan solidaritas turut mengalir untuk saudara-saudara di NTT yang terdampak bencana. Semangat gotong royong menjadi pengingat bahwa kemerdekaan bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang kepedulian, kebersamaan, dan hadir untuk saling menguatkan.








Address

Gedung Minabahari 4, Lt 5, 6, 7, 8, Jalan Medan Merdeka Timur No. 16
Central Jakarta
10110

Opening Hours

Monday 09:00 - 17:00
Tuesday 09:00 - 17:00
Wednesday 09:00 - 17:00
Thursday 09:00 - 17:00
Friday 09:00 - 17:00

Telephone

+62213519070

Alerts

Be the first to know and let us send you an email when Ditjen Perikanan Budidaya posts news and promotions. Your email address will not be used for any other purpose, and you can unsubscribe at any time.

Contact The Organization

Send a message to Ditjen Perikanan Budidaya:

Shortcuts

Share